Dini hari, (00.26) tepat hari senin/19 juni 2016, sepulang dari rumah Bagas di Kepanjen karena ada acara buka bersama dan sekaligus evaluasi dari pengurus Himpunan Ilmu Tanah (HMIT) UB, saya tepar di tempat tidur. Niat mau langsung tidur, tapi malah pantengin instagram dulu. Alhasil yang saya temukan adalah upload-upload an foto dari sahabat-sahabat semu saya yang sedang merayakan pesta perpisahan untuk seorang abang terbaik yang saya kenal di Malang ini, yang akan wisuda nanti. Saya mulai stalker dan membaca setiap caption mereka, bahkan melihat Comment dan Like yang ada. Pada saat itu perasaan saya campur aduk, saya merasa sedih, saya merasa marah, saya merasa benci, dan saya merasa nyesal. Tapi semua perasaan yang saya rasakan itu hanya bisa saya tujukan kepada diri saya sendiri. Saya mulai membayangkan bagaimana kebersamaan saya dengan mereka selama hampir 2 tahun dengan kekocakan, kegokilan yang ada, dan saat mengenang hal itu pula saya mulai menangis kembali karena mereka...
selalu mencoba memikirkan apa yang tidak pernah orang lain pikirkan, seperti gimana caranya ketika aku lapar disaat ngantuk tiba-tiba aku merasa kenyang hanya karena memikirkan indomie goreng.
Komentar
Posting Komentar