Entah, entah sampai kapan? Apa aku duluan yang harus mengulurkan tangan? Lalu mengatakan, "hai, masih ingat aku ngga?" iya, kita pernah ketemu dan ngobrol untuk yang pertama kalinya di konser itu,(salah satu konser Jazz Indonesia yang cukup terkenal).....bla..bla..bla....bla....bla...bla...bla..... Tapi sepertinya ngga mungkin, karena aku begitu gengsi, dan sepertinya kamu sama gengsi nya dengan aku. Baiklah, mungkin keadaan ini, akan terus begini. Aku hanyalah seorang fans yang mengagumi idolanya. Dan aku cukup mengagumimu tanpa ada yang tau. Buat kamu yang secara diam-diam aku kagumi, tetaplah mempesona agar aku selalu punya motivasi untuk memulai hariku menjadi yang lebih baik, walapun mungkin kamu dan aku ngga akan pernah lagi ngobrol seperti di acara konser itu, tapi aku bisa melihatmu di snap stories instagrammu dengan alat musik tiup seksimu itu. hahaha..(terima kasih teknologi) Btw, setiap kali kamu memainkan alat musik tiup nan seksimu itu, setiap kali itu ...
selalu mencoba memikirkan apa yang tidak pernah orang lain pikirkan, seperti gimana caranya ketika aku lapar disaat ngantuk tiba-tiba aku merasa kenyang hanya karena memikirkan indomie goreng.