Dini hari, (00.26) tepat hari senin/19 juni 2016, sepulang dari rumah Bagas di Kepanjen karena ada acara buka bersama dan sekaligus evaluasi dari pengurus Himpunan Ilmu Tanah (HMIT) UB, saya tepar di tempat tidur. Niat mau langsung tidur, tapi malah pantengin instagram dulu. Alhasil yang saya temukan adalah upload-upload an foto dari sahabat-sahabat semu saya yang sedang merayakan pesta perpisahan untuk seorang abang terbaik yang saya kenal di Malang ini, yang akan wisuda nanti.
Saya mulai stalker dan membaca setiap caption mereka, bahkan melihat Comment dan Like yang ada. Pada saat itu perasaan saya campur aduk, saya merasa sedih, saya merasa marah, saya merasa benci, dan saya merasa nyesal. Tapi semua perasaan yang saya rasakan itu hanya bisa saya tujukan kepada diri saya sendiri. Saya mulai membayangkan bagaimana kebersamaan saya dengan mereka selama hampir 2 tahun dengan kekocakan, kegokilan yang ada, dan saat mengenang hal itu pula saya mulai menangis kembali karena mereka. Sampai saya selalu berpikir, sampai kapan saya akan menangis dan merasa bersalah seperti ini terus? Jujur sampai sekarang saya tidak mengerti apa yang menjadi salah saya sehingga saya sudah tidak dianggap oleh mereka lagi. Karena tempo hari, ketika bertemu dengan salah satu mereka, kita ngobrol dan bercanda seperti biasa, tapi ketika mereka mulai bergerombol saya tidak dihiraukan sama sekali, hal itu yang buat saya selalu merasa bersalah dan menangis sepanjang malam.....
Kenapa tidak tanya langsung ke mereka??? Pernah, saya sudah pernah bertanya. Tapi tidak ada jawaban yang benar-benar pas untuk pertanyaan saya. Sampai saya dengar omongan jelek orang lain tentang saya dari mereka, apa yang saya lakukan selalu salah dimata mereka hingga saya jadi topik yang selalu hangat untuk diperbincangkan. Saya cuma bisa menarik kesimpulan kalau saya sudah memang tidak dibutuhkan dalam perkumpulan mereka, karena saya tidak menguntungkan bagi mereka dari segi apapun. Ya, saya cuma bisa minta maaf dalam hati, kalau saya tidak bisa melakukan apa yang mereka mau, dan terkadang bersikap sesuka saya. Tapi menurut saya sahabat adalah orang yang menerima baik buruknya kita, karena sifat sahabat setara dengan sifat orang tua kita kepada kita dan tidak memandang apapun. Saya juga kadang merasa malu ketika harus berpapasan dengan mereka. Terkadang merasa takut juga, saya takut ketika mereka mulai melihat saya, mereka akan membicarakan saya. Bahkan saya selalu menghindar dan pura-pura tidak melihat, ketika mereka bergerombol nongkrong di kantin atau di gazebo.
Tapi semua nya telah berlalu, saya pikir mereka akan sangat bahagia jika tidak ada saya diantara mereka, maka sebisa mungkin saya tidak terlihat ketika mereka sedang bergerombol.
Kenapa tidak tanya langsung ke mereka??? Pernah, saya sudah pernah bertanya. Tapi tidak ada jawaban yang benar-benar pas untuk pertanyaan saya. Sampai saya dengar omongan jelek orang lain tentang saya dari mereka, apa yang saya lakukan selalu salah dimata mereka hingga saya jadi topik yang selalu hangat untuk diperbincangkan. Saya cuma bisa menarik kesimpulan kalau saya sudah memang tidak dibutuhkan dalam perkumpulan mereka, karena saya tidak menguntungkan bagi mereka dari segi apapun. Ya, saya cuma bisa minta maaf dalam hati, kalau saya tidak bisa melakukan apa yang mereka mau, dan terkadang bersikap sesuka saya. Tapi menurut saya sahabat adalah orang yang menerima baik buruknya kita, karena sifat sahabat setara dengan sifat orang tua kita kepada kita dan tidak memandang apapun. Saya juga kadang merasa malu ketika harus berpapasan dengan mereka. Terkadang merasa takut juga, saya takut ketika mereka mulai melihat saya, mereka akan membicarakan saya. Bahkan saya selalu menghindar dan pura-pura tidak melihat, ketika mereka bergerombol nongkrong di kantin atau di gazebo.
Tapi semua nya telah berlalu, saya pikir mereka akan sangat bahagia jika tidak ada saya diantara mereka, maka sebisa mungkin saya tidak terlihat ketika mereka sedang bergerombol.
Dan yang sangat saya herankan, mau seberapa sakit hati saya kepada mereka, sampai sekarang saya masih sangat menyangi mereka sebagai keluarga saya. Bahkan tidak jarang saya bermimpi bisa bermain kembali bersama mereka seperi dulu.
BTW selamat wisuda bg..(SOON) semoga sukses, dan menjadi berkat buat banya orang.
GBU.
GBU.
Komentar
Posting Komentar