Hari ini adalah hari Sabtu dan menjadi hari pertama di bulan Pebruari 2014,bulan yang sering di bilang bulan yang penuh kasih sayang dan penuh cinta bagi orang yang percaya,dan aku adalah salah satu orang yang percaya akan hal itu,karena aku dan Mamaku lahir di bulan Pebruari dan aku merasa antusias sekali di bulan ini setelah bulan Desember.
Hari ini juga mungkin hari yang benar-benar membingungkan buat ku,aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa? Karena tepat jam 20.00 WIB tadi, Bapak menelepon aku dengan nada yang tidak pernah aku dengar sama sekali, seperti bertanya tapi sebenarnya tidak bertanya,dia seperti curiga tetapi tidak punya alasan untuk hal itu. Aku berusaha berpikir kesalahan apa yang aku lakukan sampai nada suara Bapak seperti itu,tapi setelah itu, nada suara Bapak berubah seperti biasanya, lalu bertanya dengan nada dan pertanyaan yang biasa dia lakukan saat dia meneleponku "kamu sehat kan?" lalu dengan perasaan sedikit lega dan menghilangkan sedikit rasa ingin tahu aku cuma menjawab "baik pak." Tiba-tiba Bapak bilang," Mama mau bicara",dan dengan sekejap suara yang besar berubah menjadi suara seorang wanita dan suara itu sangat familiar sekali di telingaku, dia adalah Mama ku. Mama bicara dengan suara yang cukup berani,dan sedikit tegas tidak seperti biasanya yang setiap kali saat bicara dengan ku, anaknya yang kuliah di luar kota dan sangat jauh dengannya pasti dia bicara dengan nada yang sedih. Saat itu aku tidak tahu harus merasa senang atau tidak,aku senang karena Mama bicara dengan suara yang cukup tegas dan hal itu membuatku cukup lega,tetapi aku juga khawatir dan sedih karena perasaanku berkata akan ada sesuatu hal yang membuatmu terkejut pada saat itu juga. Itu sebabnya aku sering berdoa kepada Tuhan agar Mama tidak perlu menelepon terlalu sering,karena hal itu membuat ku akan merasa sedih,dan sepertinya Tuhan mengabulkan hal itu.
Tuhan memang selalu punya kejutan buat umatnya dan pada saat itu Tuhan cukup membuat ku merasakan sesuatu yang benar-benar membuat ku terkejut melalui suara Mama yang cukup tegas saat itu. Aku mulai curiga sampai akhirnya Mama harus jujur dan mengatakan "Peby (nama kecil ku),sebenarnya Mama mulai dari bulan sembilan sudah sakit-sakitan,Mama selalu merasakan pusing yang luar biasa,akhir-akhir ini Mama juga sering berobat,dan saat ini Mama merangkak untuk bergerak.Maaf kalau selama ini Mama tidak mengatakan hal ini sama kamu,karena Mama takut kamu tidak fokus sama kuliah kamu,dan terlalu memikirkan Mama. Mama cuma pesan sama kamu,kamu harus makan tiga kali sehari,jangan terlalu boros,kamu juga harus menabung dan banyak-banyaklah berdoa". Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan hingga tiba-tiba handphone ku mati karena signal yang lumayan terganggu pada saat itu,aku berpikir Mama tidak akan menelepon lagi setelah menyampaikan hal itu.
Aku meletakkan handphone ku dan perlahan mengeluarkan air mata yang cukup banyak sampai aku harus bergerak dari tempat tidur ku dan mengambil tisu untuk menghapus air mata ini. Saat itu aku hanya menangis sampai lima menit,hingga hanphone ku berbunyi untuk yang kedua kalinya,dan yang menelepon adalah nama yang sama,dia adalah Bapak ku,tetapi ternyata bukan, karena dia adalah Mama yang merasa belum selesai bicara dengan ku. Mama bilang "kenapa handphone nya mati?" aku hanya bilang "jaringannya terganggu Ma" sambil berpindah tempat berharap gangguan signal ini tidak akan memutuskan jaringan telepon ku dengan Mama. Mama mengulang kembali nasehat nya yang mengatakan untuk makan teratur tiga kali sehari,tidak boros,harus menabung dan banyak berdoa,dan dia menambahkan kembali nasehat nya dia ingin aku sabar dan tidak terlalu cepat mengingikan sesuatu. Aku cuma bilang "iya Ma..iya Ma..iya Ma.." sampai akhirnya Mama menutup kembali teleponnya.
Pada saat itu AKU HANYA TIDAK TAHU HARUS APA?
Hari ini juga mungkin hari yang benar-benar membingungkan buat ku,aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa? Karena tepat jam 20.00 WIB tadi, Bapak menelepon aku dengan nada yang tidak pernah aku dengar sama sekali, seperti bertanya tapi sebenarnya tidak bertanya,dia seperti curiga tetapi tidak punya alasan untuk hal itu. Aku berusaha berpikir kesalahan apa yang aku lakukan sampai nada suara Bapak seperti itu,tapi setelah itu, nada suara Bapak berubah seperti biasanya, lalu bertanya dengan nada dan pertanyaan yang biasa dia lakukan saat dia meneleponku "kamu sehat kan?" lalu dengan perasaan sedikit lega dan menghilangkan sedikit rasa ingin tahu aku cuma menjawab "baik pak." Tiba-tiba Bapak bilang," Mama mau bicara",dan dengan sekejap suara yang besar berubah menjadi suara seorang wanita dan suara itu sangat familiar sekali di telingaku, dia adalah Mama ku. Mama bicara dengan suara yang cukup berani,dan sedikit tegas tidak seperti biasanya yang setiap kali saat bicara dengan ku, anaknya yang kuliah di luar kota dan sangat jauh dengannya pasti dia bicara dengan nada yang sedih. Saat itu aku tidak tahu harus merasa senang atau tidak,aku senang karena Mama bicara dengan suara yang cukup tegas dan hal itu membuatku cukup lega,tetapi aku juga khawatir dan sedih karena perasaanku berkata akan ada sesuatu hal yang membuatmu terkejut pada saat itu juga. Itu sebabnya aku sering berdoa kepada Tuhan agar Mama tidak perlu menelepon terlalu sering,karena hal itu membuat ku akan merasa sedih,dan sepertinya Tuhan mengabulkan hal itu.
Tuhan memang selalu punya kejutan buat umatnya dan pada saat itu Tuhan cukup membuat ku merasakan sesuatu yang benar-benar membuat ku terkejut melalui suara Mama yang cukup tegas saat itu. Aku mulai curiga sampai akhirnya Mama harus jujur dan mengatakan "Peby (nama kecil ku),sebenarnya Mama mulai dari bulan sembilan sudah sakit-sakitan,Mama selalu merasakan pusing yang luar biasa,akhir-akhir ini Mama juga sering berobat,dan saat ini Mama merangkak untuk bergerak.Maaf kalau selama ini Mama tidak mengatakan hal ini sama kamu,karena Mama takut kamu tidak fokus sama kuliah kamu,dan terlalu memikirkan Mama. Mama cuma pesan sama kamu,kamu harus makan tiga kali sehari,jangan terlalu boros,kamu juga harus menabung dan banyak-banyaklah berdoa". Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan hingga tiba-tiba handphone ku mati karena signal yang lumayan terganggu pada saat itu,aku berpikir Mama tidak akan menelepon lagi setelah menyampaikan hal itu.
Aku meletakkan handphone ku dan perlahan mengeluarkan air mata yang cukup banyak sampai aku harus bergerak dari tempat tidur ku dan mengambil tisu untuk menghapus air mata ini. Saat itu aku hanya menangis sampai lima menit,hingga hanphone ku berbunyi untuk yang kedua kalinya,dan yang menelepon adalah nama yang sama,dia adalah Bapak ku,tetapi ternyata bukan, karena dia adalah Mama yang merasa belum selesai bicara dengan ku. Mama bilang "kenapa handphone nya mati?" aku hanya bilang "jaringannya terganggu Ma" sambil berpindah tempat berharap gangguan signal ini tidak akan memutuskan jaringan telepon ku dengan Mama. Mama mengulang kembali nasehat nya yang mengatakan untuk makan teratur tiga kali sehari,tidak boros,harus menabung dan banyak berdoa,dan dia menambahkan kembali nasehat nya dia ingin aku sabar dan tidak terlalu cepat mengingikan sesuatu. Aku cuma bilang "iya Ma..iya Ma..iya Ma.." sampai akhirnya Mama menutup kembali teleponnya.
Pada saat itu AKU HANYA TIDAK TAHU HARUS APA?
Suka bingung emang kalo udah denger orang tua sakit, apalagi jauh dari orang tua, berdoa yang terbaik aja :)
BalasHapus